The Un-Official Website of Pure Saturday

Blog Entrysaya dan pure saturday oleh Arian13Mar 13, '07 8:52 PM
for everyone
Saya baru kembali dari Bandung. Selama di Bandung, saya sempat membongkar-bongkar dus-dus kaset demo lokal yang saya simpan di gudang, uh, kamar.  Ternyata banyak sekali demo dan rilisan kaset yang saya koleksi, ternyata. Cukup untuk membuat sebuah perpustakaan musik indie lokal sepertinya, haha. Dari demo Puppen tahun 1992, Puppen-live di Bazaar BPI 1-1992, Cherry Bombshell, Full Of Hate, Runtah, sampai ke beberapa demo band yang tidak pernah sempat merasakan kesuksesan.

Salah satu yang membuat saya senang, adalah menemukan rekaman kaset Pure Saturday dalam salah satu dus. Berdebu. Untung ada jewel casenya. Ada 4 kaset:

1.      Pure Saturday - live at GMR FM-Bandung, Agustus 1994.

Saya ingat, sesi ini adalah sesi dimana GMR FM mengadakan acara live on air. Saat itu, selain Pure Saturday, Puppen juga bermain. Band lainnya dimasa ini lebih banyak band-band cadas, seperti Mortir, Insanity, dan lainnya. Saya rasa Pure Saturday adalah satu-satunya band non-cadas dalam sesi ini. Sayangnya, ketika hari H, saya kena typhus dan mendekam di RS Borromeus selama 17 hari, Dan live Puppen ketika itu digantikan oleh gitaris saya, Robin. Saya ingat minta tolong kepada ibu saya untuk membawakan tape deck saya, karena saya ingin merekam Puppen & Pure Saturday live di radio. Sayangnya, kaset rekaman yang Puppen hilang, padahal kalau masih ada juga bisa sangat berharga karena itu satu-satunya rekaman dimana Robin yang mengisi vokal. Dalam sesi ini Pure Saturday hanya memainkan 3 lagu saja, “Open Wide” dengan vokal Lusi Mersiana [Kubik], “Desire”, dan sebuah lagu instrumental yang belum pernah dirilis [atau bahkan direkam?]. Serunya, sewaktu itu Pure Saturday masih band baru, dan belum berpengalaman, terdengar sound fals disana sini. “Open Wide” yang ini versi vokalnya sedikit berbeda, sementara lagu instrumentalnya soundnya agak terlalu ramai.

2.      Pure Saturday - demo, awal 1994.

Tidak terlalu ingat dapat dari mana rekaman ini. Mungkin dari Adhi, karena semasa bimbingan menggambar untuk ujian masuk Seni Rupa ITB, saya, Adhi, dan Udhi satu kelas. Kalau tidak salah ini direkam di tempat latihan di pabrik gitar milik orang tua Suar, Genta. Hanya ada tiga lagu disini, “Desire”, “Coklat” dan “Simple”. Saya sangat excited mendengarkan demo ini, dan selalu mempromosikan Pure Saturday kepada teman-teman saya. Kadang, merekam ulang demo ini, untuk digunakan tape trading dengan teman-teman berbagai daerah.

3.      Pure Saturday – “Coklat” minus one, 1995.

Sebuah sample dari studio rekaman Triple M, dimana Puppen dan Pure Saturday merekam lagu-lagunya. Tentunya, unmixed. Dari awal mendengarkan instrumentalnya tanpa ada bayangan vokal akan seperti apa, saya sudah jatuh hati dengan lagu ini. My favorite song from them, period.

4.      Pure Saturday - live at Oz FM-Bandung, 1996.

Ini juga hanya berisi dua lagu, bahkan satu lagu tidak selesai karena durasi kasetnya kurang. Silly me. “Silence” dan “Desire” [yang terakhir terpotong :p]. Waktu itu saya tidak menyiapkan kaset, sehingga ketika mereka bermain di radio, saat itu saya hanya ada kaset C15. Lumayanlah. Cukup sering manggung membuat band ini terasa lebih rapih dalam permainan, dan tentunya soundnya juga jauh lebih baik daripada rekaman live yang di GMR FM.

 Ini akan menjadi cerita yang sangat panjang, dan mungkin tidak banyak yang tahu sampai saat ini. I’d like to share now. :)

 Mendengarkan kembali kaset-kaset ini, membuat saya mengingat-ingat masa awal bermain band. Dulu, saya tahu nama Pure Saturday dari Ambar, manajer Pas Band saat itu. Dan akhirnya berkenalan dengan Adhi dan Udhi semasa saya bimbingan belajar menggambar. Adhi dan Udhi selain menyukai musik alternatif, menggemari musik metal, dimana saya juga sharing dengan mereka. Ucok, motor dari grup hip hop Homicide, merupakan teman dekat mereka, sehingga kami berempat sering membahas musik bersama kalau sedang jam istirahat bimbingan. Saya ingat Adhi dan Ucok memperdengarkan sebuah demo iseng-isengan mereka, sebuah lagu rap metal. Keren juga, untuk masa itu. Belakangan saya berkenalan dengan bassist mereka, Ade Muir, yang ternyata menggemari heavy metal juga. Nama ‘Muir’ dia ambil dari vokalis band metal/crossover legendaris, Suicidal Tendencies, Mike Muir. Kemudian belakangan, berkenalan dengan Arief dan Suar.


Selain metal, saya juga mendengarkan musik-musik non-metal seperti The Cure awal, Happy Mondays, Slowdive, Ride, dan The Smiths, sehingga ketika Adhi datang dengan demo Pure Saturday, it was a music I can relate to. Dan, sejak itu, menjadi seorang fan.

Pas Band saat itu hendak rekaman karena mereka berhasil deal dengan sebuah label mayor, Aquarius. Pas Band mendapat jatah rekaman berpuluh-puluh shift oleh Aquarius. Drummer Pas, Richard, adalah anak skate old school, dan teman dekat kami. Manajer kami saat itu, Helvi-sekarang boss FFWD Records, sangat dekat dengan Richard dan secara natural, Pas Band tentunya menawarkan Puppen rekaman dengan sisa shift studio. Kami mendapat 10 shifts. Pure Saturday, juga mendapatkan kesempatan rekaman 10 shifts. Richard dan Pas Band sangat supportif kepada Puppen dan Pure Saturday. Rekamannya sendiri di Triple M Studio di bilangan Kota, Jakarta Pusat, dengan engineer Mas Harry. Saya lupa nama lengkapnya siapa, tapi Mas Harry ini yang mengerjakan Roxx album pertama. Tentu saja, kami semua senang, karena Roxx adalah band favorit kami. Kami semua tidak mengerti tentang dunia rekaman, hanya membawa beberapa sample CD untuk referensi rekaman. Lucunya, sang engineer, Mas Harry, sudah memiliki patokan standar untuk sound rekaman bagus. Dia selalu berkiblat kepada Van Halen. Kalau kalian mendengarkan kembali rekaman album pertama Pas Band, Puppen, dan Pure Saturday, ada benang merahnya disana. :D

Kedua band ini akhirnya menyelesaikan proses rekaman dalam waktu yang cukup lama, maklum, bolak-balik Bandung –Jakarta yang saat itu belum ada jalan tol Cipularang, cukup melelahkan.

Band saya ketika itu, Puppen, bisa dibilang cukup populer, dan sering mendapat tawaran main. Kalau ada tawaran main, saya selalu minta Helvi agar juga menawarkan kepada panitia event untuk mengundang Pure Saturday bermain. Saat ini Puppen dan Pure Saturday belum merilis album, namun Puppen sedikit lebih dikenal oleh fans musik Bandung, karena memang merupakan band yang sering bermain dan konsisten. Kadang, kalau sepanggung dengan Pure Saturday, saya selalu mempromosikan mereka yang dalam waktu tidak terlalu jauh akan merilis album. Saya terinspirasi dari sebuah foto dalam album milik Napalm Death, ‘Utopia Banished’, dimana gitaris Mitch Harris mengenakan sebuah t-shirt Curve, band alternatif Inggris. Saat itu saya berpikir kalau Napalm Death sangat openminded dengan foto itu. Seperti sebuah statement. Yang kemudian menginspirasikan saya, dan saya praktekan dengan Pure Saturday, walau bukan lewat t-shirt, tapi dengan selalu menyebut mereka di panggung, atau ketika interview radio. Lagipula, saya memang seorang fan. :)

Beberapa demo kedua band dari sesi rekaman ini sering diputar di GMR FM, yang saat itu sangat besar dan bersahabat dengan scene independen awal. Dari sana, nama band-band independen semakin dikenal.


Saya ingat sebuah event musik dan bazaar, kalau tidak salah bazaar [sekarang lebih akrab dengan nama ‘pensi’] SMAN 1-Bandung. Tempatnya outdoor, lapangan sebelah GOR Saparua. Saat ini band-band non-mainstream yang populer adalah Puppen, Pure Saturday, Closeminded, Full Of Hate, Jasad, dan Life At Pawn [band metal ala Helmet ini berisi personil yang nantinya membuat sesuatu yang baru di masa depan, seperti Adjie-The Milo, Luki-owner 347, Andri-Harapan Jaya, Kemod-Seringai]. Waktu technical meeting, Pure Saturday tidak hadir. Beberapa personil dari band-band yang disebut diatas, bersama saya sepakat untuk meletakkan Pure Saturday bermain terakhir: supaya kami bisa berada di pit berdansa! Biasanya, jadwal main Pure Saturday diletakkan di awal set, jadi kesananya dihabiskan oleh band-band cadas. Ketika jam main sudah dekat, anak-anak Pure Saturday baru tahu kalau mereka bermain terakhir, dan tertawa ketika tahu mereka ‘dikerjai’ oleh kami. Pas Pure Saturday main, hampir semua personil para band bintang tamu diatas berdansa didepan, having fun secara maksimal. Waktu itu scene indie pop atau alternatif belum signifikan, jadi yang merespon musik Pure Saturday hanya sekedar berdansa ‘seadanya’. Sementara kami, berdansa lepas, saya ingat momen ini sangat seru. Gitaris Puppen yang satu lagi, Harry Ajo-yang nantinya membentuk Cherry Bombshell, juga menggemari Pure Saturday dan tidak henti stage diving dari panggung. Imagine metalheads are swarming at the front of the stage when Pure Saturday plays. Pure Saturday terlihat bersemangat bermain, saya masih ingat ekspresi Suar menikmati suasana dan memainkan gitar akustiknya secara bersemangat. Ketika mereka selesai bermain, kami tidak mengijinkan mereka mensudahi set-nya, dan akhirnya mereka membawakan sebuah cover version yang saya dan Harry Ajo sangat sukai: “Vapour Trail” dari Ride. Feels like a volcano just erupted.
 

Album Pure Saturday dirilis kurang lebih setahun setelah Puppen merilis EP-nya, ‘Not A Pup’. Mereka dirilis oleh label sendiri, Bacott Records pada tahun 1996, tidak terlalu banyak. Saya mengejar dan mencari kaset mereka begitu mendengar kalau album itu sudah dirilis. Ternyata baru hari ketiga kalau tidak salah, mendapatkannya. Seorang penjaga toko di Aquarius, sampai hapal maksud kedatangan saya ke toko kaset, karena sudah 2 hari berturut-turut menanyakan album yang sama. Dulu rasanya sangat sangat excited, karena kami semua bisa dibilang nyaris merilis sendiri rekaman kami, dan dulu kami hampir tidak mengerti bagaimana bisa merilis album musik tanpa harus menunggu suatu label tertarik untuk merilis hasil karya kami. Majalah Hai, ingin meliput fenomena baru saat itu: band-band independen yang berhasil merilis albumnya sendiri. Saya masih menyimpan beberapa edisi dimana Hai membahas fenomena ini. Pure Saturday, karena musiknya catchy , di-push oleh Hai. Salah satu privilegenya, adalah menawarkan pembelian album pertama Pure Saturday lewat majalah Hai. Tentunya, 1000 kopi album mereka yang dicetak segera ludes berkat promosi Hai. Dari sana Pure Saturday kemudian mendapat deal dengan CeePee Records, merilis ulang album debut mereka, dan mem-push mereka dengan single “Kosong”. Nama Pure Saturday melejit dengan cepat, dan meninggalkan rekan-rekan metalnya xD Mereka banyak bermain dimana-mana, walaupun saya tidak ingat apakah mereka pernah tour panjang atau belum. Yang jelas, mereka menjadi jauh lebih populer.


Kami semua masih muda, antara umur 19-22 tahun, jadi ketika Pure Saturday lebih populer, ada perasaan iri. Sangat manusiawi. Terlebih, karena kami berkembang bersama, dan tiba-tiba saja mereka ‘meninggalkan’ kami. Lucu, bila mengingat raut wajah kami ketika melihat foto mereka di majalah jauh lebih besar daripada foto band-band kami. Bahkan, ada beberapa event yang meng-cancel band-band kami karena lebih memilih Pure Saturday. Dan akhirnya, mereka mendapatkan deal dengan Aquarius, yang sudah memperhatikan kesuksesan yang mereka raih. Sejujurnya, kami semua tidak terlalu mengenal istilah 'indie' atau 'independen' atau 'underground', saat itu, karena kami bermusik ingin meraih pendengar luas, persis seperti band-band luar yang kami idolakan. Sepultura, Slayer, The Cure, etc. At that time, we felt alone, and on our own. Tentunya tidak menghentikan kerja keras kami untuk berusaha eksis di scene musik lokal.  Saya ingat memiliki mixed feelings saat itu, antara senang karena mereka berhasil menembus pasaran musik lokal, dan sedikit sedih dan iri karena merasa ditinggalkan. Tapi tentunya kami berbesar hati dan tidak melakukan sesuatu yang bodoh, seperti memusuhi mereka atau apapun. Padahal kalau dipikir kembali, memang layak mereka mendapat pengakuan lebih cepat, karena toh musiknya juga jauh lebih catchy dibandingkan musik kami. xD Hanya saja sekarang kalau diingat, lucu, karena kami semua pernah sedikit iri dengan kesuksesan mereka yang diraih. It was their luck. :)


Somehow, album Pure Saturday yang kedua, ‘Utopia’, sepertinya bukan album yang diharapkan oleh Aquarius, dimana mereka mengacu pada album pertama mereka. Jauh lebih rumit, dan memang membutuhkan beberapa waktu untuk bisa benar-benar menikmati mereka. Saya sendiri tidak se-intensif itu mendengarkan album kedua mereka, karena sibuk band sendiri, dan juga menjadi aktif di kampus. Saya rasa Aquarius menelantarkan Pure Saturday dan mereka tidak mendapatkan support yang seharusnya mereka dapatkan. Belakangan saya diceritakan Adhi kalau mereka belum pernah mendapat royalti dari album ‘Utopia’. :( Popularitas Pure Saturday perlahan menurun, dan kesibukan para personilnya dengan sekolah membuat mereka tidak terlalu aktif. Apalagi, Suar yang lulus duluan bekerja di sebuah perusahaan luar negeri yang membuatnya sulit bermain band. Reality strikes.

 
Tahun berlalu, saya pindah Jakarta. Saya sempat membentuk band bersama Adhi, dan bahkan menjadi manajer The Jonis, sebuah band dimana Udhi, Suar, dan Adhi ada didalamnya. Vokalis The Jonis, Iyo, nantinya menjadi manajer Pure Saturday, dan kemudian vokalis Pure Saturday. But that’s another story. Sampai kedua proyek ini tidak aktif, dan kami semua sibuk dengan kegiatan masing-masing. Setelah lama tidak berjumpa dengan mereka, suatu hari saya dikabari seorang teman kalau Pure Saturday akan bermain di Jakarta. Tempatnya di Wizard-Senayan. Saya sangat excited. Sebelum set mulai, panggung ditutpi kain putih, entah untuk efek surprise atau sesuatu. Saya lupa datang bersama siapa saja ke acara ini, tapi yang pasti sebelum mereka main, saya merangsek ke depan panggung. I’m the number 1 fan, so beware. :D Seingat saya The Upstairs juga bermain dalam acara ini, tapi entahlah, saya agak lupa. Ketika kain putih diturunkan, tentunya semua bersorak dan Pure Saturday langsung memainkan lagu pertama. Tapi surprise malah didapat oleh para personil Pure Saturday, karena banyak teman-teman lamanya berdiri didepan, upfront. Saya ingat wajah sumringah Suar. Itu adalah wajah senang yang sama saya ingat ketika mereka bermain 7-8 tahun lalu sebelumnya. Malam itu kami bersenang-senang bersama dengan lagu-lagu mereka, dan hang out bersama, after all, we’re all old friends. Saya membawa kamera kantor, dan ketika mereka selesai bermain, mereka diserbu fans baik fans lama maupun baru, untuk tanda tangan dan berfoto bersama. Saya merekam semua kejadian ini, dan merasa senang karena setelah tahun-tahun mereka yang tidak aktif, mereka masih mendapatkan penghargaan yang seharusnya.

Waktu berlalu ketika saya mendengar Suar mengundurkan diri dari band. Saya tahu persis alasannya, karena beberapa teman saya juga bekerja di tempat dimana Suar bekerja, dan kegiatannya memang sangat sibuk. Manajer Pure Saturday saat itu, adalah Iyo. Saya dan Iyo, bisa dibilang fans berat Pure Saturday. Saya kenal Iyo dari jaman bimbingan menggambar juga, hanya saja ketika itu saya sudah masuk SR-ITB dan Iyo baru lulus SMA dan memulai bimbingan menggambar. Nantinya, kami jadi teman di kampus, bersama Adhi yang juga seangkatan dengan Iyo. Seperti IKJ, dulu SR-ITB dan Desain-Itenas banyak melahirkan musisi-musisi independen, haha. Kalau saya pulang ke Bandung mengunjungi orang tua, saya menyempatkan hang out dengan teman-teman lama Bandung, dan biasanya kami minum beer. Salah satu tempat minum beer kami, adalah Kafe Trotoar. Ketika sedang bersenang-senang, tiba-tiba Iyo berbisik sesuatu yang rahasia. Dia akan menjadi vokalis Pure Saturday. [Kalau tidak salah sih] Saya adalah orang pertama yang diberi tahu oleh Iyo, dan tidak boleh membocorkannya, karena masih rahasia. Tentunya saya kaget, tapi senang. Menurut saya, kalau ada orang yang bisa mengisi posisi Suar, adalah Iyo. Seorang teman, seorang fans, seorang yang sangat mengerti tentang Pure Saturday. Tidak pernah ada keraguan sedikit pun kalau Iyo akan sanggup menggantikan Suar. Saya tertawa senang malam itu, dan wishing Iyo good luck. Iyo sempat menawarkan saya supaya menjadi manajer Pure Saturday, tapi saya tolak, karena saya tidak merasa kompeten menjadi seorang manajer, cukup pernah menjadi manajer Full Of Hate & The Jonis dahulu. Apalagi, saya sudah cukup sibuk dengan kerjaan dan main band, sepertinya tidak akan cukup waktu untuk mereka. Saya saat itu bekerja di majalah musik, jadi menawarkan segala bantuan promosi adalah hal yang natural. My favorite band is back, I’d love to support them.

Kabar mulai tersiar kalau Iyo akan mengisi posisi vokalis, dan para fans Suar mulai protes. Saya tidak terlalu mengerti apa yang mereka debatkan, karena saya merasa kalau saya sebagai fans Pure Saturday sendiri bisa menerima sekali, mengapa sebagian dari mereka tidak? Paling tidak, memberikan Iyo kesempatan. Saya berpikir, what the fuck do they know about my favorite band, that some of them dare to bash Iyo, the most person that understands Pure Saturday? Fuck them. I’d like to smack them in their face, real hard.

Pure Saturday formasi baru mulai rekaman, dan saya tidak sabar menunggunya. Apalagi, mantan manajer saya, Helvi dan labelnya, akan merilis album mereka. It was a circle of friends. Ketika rilis, saya segera mencari kemana-mana, dan berhasil mendapatkannya. Saya dengarkan. ‘Elora’ adalah album Pure Saturday yang matang, dan menurut saya, Iyo melaksanakan pekerjaannya dengan baik. Saya segera menelpon Iyo untuk memberi selamat, dan merasa bangga karena salah seorang yang mengerti Pure Saturday telah berhasil melanjutkan karya band favorit saya dengan baik. If you don't have this album, 'Elora', please get it. Saya sendiri membeli beberapa kopi untuk saya kirim ke beberapa teman di luar negeri yang kira-kira tertarik. Siapa tahu mereka dirilis ulang oleh label yang tertarik.

Sayangnya, ketika mereka launching di Bandung saya tidak bisa hadir karena manggung di tempat lain dengan band baru saya. Saya hanya mendengar laporan kalau acaranya sukses dan penuh, hanya saja ada beberapa assholes yang selalu meminta Suar di panggung, bukan Iyo. Kalau saya ada disana, sepertinya saya yang akan menyulut perkelahian. You don’t mess with a true Pure Saturday fan, ever. Pikiran saya, kalau memang suka Suar, ya bikin saja Suar Fans Club, tapi kalau mengerti Pure Saturday, sudah pasti akan memberi kesempatan untuk formasi baru. But then again, this is me as a fan thinking.. I can be a hooligan! :)

Akhirnya ada kesempatan untuk membantu teman-teman lami ini. Kantor saya membuat acara festival musik. Saya memasukkan nama Pure Saturday, tentunya. Saat ini yang sedang mulai naik daun adalah generasi kedua band-band independen [walaupun banyak orang didalamnya merupakan orang ‘lama’]. Karena budget tidak banyak saya harus bernego kepada manajer Pure Saturday, Aji, dan menekan harga. Saya tahu itu angka yang tidak besar, dan merasa seharusnya mereka mendapatkan jauh lebih besar, lebih layak. Tapi saya mengusahakan agar lagu-lagu mereka diputar lebih sering di radio yang satu grup dengan kantor saya.

Hari H datang, dan ternyata ada masalah dengan sound system: datang dan diset telat. Pure Saturday yang datang  tepat waktu, terpaksa menunggu lama, dan sempat berantem dahulu dengan event organizer lapangan, karena mereka memburu-buru Pure Saturday ketika soundcheck. And I was really upset because I am the one inviting them to play. Dengan budget tidak banyak, pula. :( Dan sialnya, ketika malamnya mereka main, sound mereka entah kenapa tertukar [ada 2 set sound system yang digunakan], sehingga soundcheck tadi siang tidak berarti. Sound yang keluar buruk, dan Iyo beberapa kali dilempari oleh, saya duga, fans Suar. Hmm. Mungkin. :p Pure Saturday tampil buruk malam itu, dan saya merasa bersalah, karena seharusnya saya dapat berbuat lebih, tapi pada kenyataannya tidak. Saya berkelahi lagi dengan event organizer karena mereka cukup menyepelekan masalah. Kalau saja bandnya Dewa atau Peterpan, mungkin akan lain cerita. 2 lagu terakhir saya tidak tega menonton mereka selain saya saat itu merangkap menjadi leader para LO band-band. Sejujurnya, saya menahan emosi karena sangat sedih dengan keadaan itu. As the number one fan, I feel like I have disappoint them. My dear friends. I hope you forgive me. The Upstairs, Goodnight Electric, The Brandals, Naif, Pas Band, dan lainnya bermain tanpa gangguan berarti, kecuali Pure Saturday.

Anyway, waktu kembali berlalu, Pure Saturday yang kembali aktif lebih sering bermain. Banyak orang bercerita kalau popularitas dan kualitas Iyo sudah mampu mengimbangi Suar, dan itu membuat saya senang. I know he can do it. Sampai saya mendengar kaar yang mengejutkan: Iyo mengundurkan diri dari band. Beberapa teman mengkonfirmasikan berita ini, tapi saya tidak pernah menanyakan langsung kepada para personil lainnya ataupun Iyo. I just don’t want to. Sebelum Iyo keluar, saya tahu ada masalah keluarga yang dia hadapi, jadi saya berpikir keputusan Iyo untuk mengundurkan dari band yang dia cintai, adalah sangat berat. Saya tidak menanyakan langsung kepada Iyo karena saya tahu, banyak sekali orang yang akan menanyakan hal yang sama kepadanya. Give him a break.

Saya iseng mengecek profil myspace-nya, dan masih saja ada komentar setelah Iyo keluar dari band, meminta Suar kembali. I want to smack him/her. Haha. Lagu lama. Entah Suar akan kembali, atau nantinya ada personil baru yang menggantikan Iyo, selama kualitas musik mereka pertahankan, tidak jadi masalah. Tidak akan pernah jadi masalah. They are fucking talented, Pure Saturday bukan tentang seorang Suar, Iyo, Arief, Ade, Adhi atau Udhi, tapi sebuah kesatuan, kolektif yang membuat hidup saya lebih berwarna. Inspiring.

Saya bangga dengan band ini. Saya senang bisa bagian kecil dari hidup band ini: seorang fans, dan teman.

taken from : http://aparatmati.multiply.com/journal/item/13

ujow wrote on Mar 13, '07
wow..something great to share with your grandchilds one day..
smkperguruancikini wrote on May 15, '07
hallo, salam kenal
smkperguruancikini wrote on May 15, '07
hallo, salam kenal
artnya wrote on Jul 2, edited on Jul 2
OM HARRY TRIPLE M, sang legendaris sound engineers rock band pertama kali di Indonesia, pengubah data rekaman dari analog ke digital, dan sekarang digital ke analog itu!!! Dia sempat dikabarkan meninggal dunia 3 kali setelah hilang beberapa tahun terakhir ini oleh musisi kondang... Edane, Roxx, SAS, Rotor, Pas Band, Djamrud, Slank, Dewa 19, Grass Rock, Pure Suterday.... dia adalah sosok bersahaja yang menurunkan ilmunya kepada siapa saja yang ada disampingnya, yang kadang keanehannya sangat kompak dengan kerjanya... mau tau dimakah dia tengok www.akalliar.com > profile > team. salam
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help