The Un-Official Website of Pure Saturday

Blog EntryPS @ Ripple #55 Fight IssueOct 2, '07 9:57 AM
for everyone

from : http://ripplemagazine.net/index.php?page=home&action=read&id=1332


Pure Saturday


Hanya kepada Ripple Pure Saturday berbicara tentang album kompilasi retrospektif “Time for a Change, Time to Move On”, vokalis, eksistensi mereka, image dan attitude mereka yang low-profile, hingga persepsi mereka tentang “fighting”.

Pure Saturday & Album Retrospektif “Time for a Change, Time To Move On”
 


Apakah untuk album keempat nanti masih dibawah label Lil Fish Records?
Mereka sih udah nawarin opsi, namun masih nggak tahu juga. Yah gimana entar aja lah. Tapi untuk sementara sih masioh sebatas album kompilasi ini aja.

Apakah secara komposisi bakal ada perbedaan dengan versi orisinilnya? Kita juga ngerekam ulangnya gak bisa asal-asalan. Pasti ada perbedaan sih. Paling secara aura juga udah beda hahaha… tapi kalau secara komposisi sih gak ada perubahan radikal, paling hanya sebatas sound doang. Ada sesuatu yang berbeda di album kompilasi ini? Paling pada lagu “Pagi” kita mencoba untuk eksplorasi. Kita juga nyoba untuk brainwash dalam bikin lagu. Kita coba bikin lagu dengan proses jamming. Kita juga bakal mencoba sesuatu yang lebih fresh. Karena kalau bikin sesuatu yang baru tentu mengundang banyak penasarannya.
Apakah nuansa dan gambaran dua single, “Spoken” dan “Pagi” bakal menjadi benang merah musik yang ditawarkan Pure Saturday di album keempatnya ntar?
Hmmm… bisa jadi. Mungkin saja dua lagu tersebut bisa menggambarkan mood kita dalam pembuatan album keempat nanti.

Pure Saturday & Their Vocalist


Agus Sasongko pernah berkata bahwa salah satu tujuannya merekrut Pure Saturday bahwa dengan perjalanan Pure Saturday selama 10 tahun, sudah seharusnya mereka besar tapi sayang Pure Saturday belum dapat momennya. Apakah memang merasa seperti itu? Kalau momen sih dapat. Kayak di album pertama. Namun sayang yang nanganinnya aja belum serius. Maintainnya belum dapet. Lagian kita juga berpikir bahwa momen itu band bukan tempat menghidupi, tapi masih sebatas fun.

Bagaimana proses kalian menjadi exclusive artist NexxG (sebuah alternatif distribusi via digital)? Pihak NexxG nawarin buat jual lagu-lagu kita dari album pertama. Seperti yang kita tahu bahwa NexxG ini kan memang alternatif distribusi selain bersifat fisik. Malah Pure Saturday itu sendiri lebih dianggap sebagai seorang artist, bukan sebagai rekan distribusi aja. Mereka memperlakukan bagaimana sebuah label dalam memperlakukan artistnya seperti memberikan promosi dsb. Salah satunya dikasih launching single “Spoken” beberapa waktu lalu.
Kan Pure Saturday sudah dianggap besar, kalau suatu saat Pure Saturday bubar sesudah rilis kompilasi ini, apakah kalian sudah merasa puas dengan yang sudah dilakukan selama ini ( 3 album, 1 kompilasi retrospektif, Pure People, attribute, dll.)
Nggak! Secara musiknya sendiri masih banyak pengen eksplorasi lebih jauh. Puncak karirnya itu sendiri masih jauh.

Apa yang sudah kalian dapat dengan status rocktar di panggung seperti yang kalian katakan? Rockstar hanya dalam sebatas musik saja. Bukan dalam penampilan atau attitude. Tuntutan dan treatment orang berbeda-beda. Perlakuan orang-orang ketika kita sedang dalam band ataupun di luar band juga beda-beda. Suatu saat kita memang membutuhkan privasi. Kayak salah satu attitude rockstar kan party nah tidak ada satu orang pun diantara kita yang menyukai party hahaha…
Salah satu penghargaan sebagai band besar kan dengan tanda tangan buat fans, ada nggak fans dari kalangan seleb yang minta tanda tangan personil Pure Saturday?
Nggak ada hahaha… Kita mikir dulu ada nggak yah.


Berarti kalian memang berbicara dalan konteks musik, sementara attitude menjadi opsi sekian. Memang image seperti apa sih yang diinginkan oleh Pure Saturday? Yang pastinya kita ingin orang-orang tahu Pure Saturday dari musiknya. Bukan karena tingkah laku selebritis dan bla… bla… Yah tujuan kita bikin musik jugan bikin karya yang bagus. Kita pingin orang-orang tahu dari musik Pure Saturday yang bagus. Orang-orang lebih respek dengan musik Pure Saturday aja dulu, nah baru orang-orang 'ngeh' dengan para personil Pure Saturday. Mungkin para personil Pure Saturday ketinggalan dalam hal attitude bermusik dari band-band baru sekarang.

Banyak yang mengatakan bahwa attitude dan fashion menjadi faktor pendukung kesuksesan band. Kalian kan tidak seperti itu. Kesuksesan sebuah band di kaca mata kalian dilihat dalam persfektif seperti apa? Bisa aja kalau ngelihat materinya yang bagus. Musik yang bagus adalah kuncinya. Orang-orang zaman sekarang kan lebih rindu inovasi dalam musik. Berkaca ke musik aja dulu lah…

Memang posisi idealnya berada di titik seperti apa diantara keragaman musik Indonesia saat ini? Idealnya sih kita pingin menuju go international. Main di Reading atau Glastonburry wuihhh… kayaknya ideal banget.

Kalau boleh dibilang, Pure Saturday itu adalah band besar tapi kecil. Baik secara individu yang low-profile hingga dilihat secara industrinya menurut saya.
Ade: saya tidak terlalu setuju, karena kita tidak mengganggap bahwa kita ini besar.
Udhi: Pertama, kalian menginspirasi dan tidak sedikit band yang terinspirasi kalian bahkan meniru kalian. Kedua, memiliki basis massa yang loyal seperti Pure People. Ketiga, ada apresiasi seperti attribute to Pure Saturday beberapa waktu lalu. Yah, bahkan Emil Naif aja pernah ngomong bahwa Pure Saturday udah layak dapat apresiasi seperti itu. Kita sih dengan senang hati menerima semua itu. Tapi kalau secara jujur, pas dibikin attributenya setahun lalu, bikin kita berpikir apa memang kita berpikir sudah pantas dan sejauh itu. Ok, mungkin kita menginspirasi dan kita menerima semua itu. Tapi statement “Besar Tapi Kecil” itu tadi secara individu memang nggak masalah. Kita masih menerima anak-anak Pure People ke hotel dan ngobrol-ngobrol. Karena kita menganggap mereka teman. Tapi ketika di panggung kan udah beda lagi. Buat sebagian orang kan Pure Saturday sudah ada di level besar tadi.

Ok, bagaimana caranya kalian bisa menjadi besar secara industri dan kultur? Kita ini kehilangan banyak momen makanya kita nggak pernah menganggap bahwa Pure Saturday itu band besar. Mulai dari tahun 1996, kita kan vakum lama dan kita mengganggap bahwa gak ada progress dalam band ini. Sementara semua orang mengganggap bahwa band ini besar. Band ini besar dengan cara yang hening dan apa adanya bukan dengan kontroversi dsb. Biar saja semuanya seperti itu. Jadi kita besar lewat persepsi orang. Bukan lewat kontroversi kita sendiri. Sehingga kata “besar” itu muncul dengan sendirinya. Karena buat kita umur band ini belum begitu besar.
Kalau diibaratkan fase, Pure Saturday itu sendiri berada di tahap apa? sementara persepsi orang justru menganggap Pure Saturday udah tua dan Living Legend?
Kita masih berada di level Pre-intermediate. Yah usia ABG. Kita belum puas dengan hal sejauh ini. Masih banyak PR secara musik dan industrinya. Masih banyak orang yang belum tahu Pure Saturday. Orang-orang di Sulawesi dan Sumatera masih banyak yang belum tahu Pure Saturday. Karena menurut pandangan orang saja yang mengganggap Pure Saturday itu besar.

Sebaliknya hal yang paling kampungan atau norak menurut kalian? Radja dan dangdut. Eh, dangdut berada di tengah-tengah antara keren dan norak hahaha…


homicidetribute wrote on Oct 2, '07
great band... great release
andips wrote on Oct 2, '07
kapan releasenya?
dedidude wrote on Oct 2, '07
minggu depan dah ada di toko kata pak agus
podja wrote on Oct 9, '07
Sudah rilis di hey folks jakarta.. toko lainnya belum disurvey.. jangan sampai kehabisan..
prakasaputra wrote on Oct 10, '07
bisa order lewat sini ga?
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help